Showing posts with label Tugas. Show all posts
Showing posts with label Tugas. Show all posts

Thursday, 22 May 2014

Pengaruh Transaksi di Internet Terhadap Perkembangan Keputusan di Masa Depan Terkait Dengan KSI

Belakangan ini sepertinya teknologi kita jauh semakin canggih dibandingkan dengan beberapa tahun lalu. Perkembangan teknologi ini membawa banyak perubahan dalam gaya hidup kita, misalnya yang paling terlihat adalah pada gadget dan kecenderungan beraktivitas di dunia maya. Internet memiliki peran penting bagi kita untuk mengenalkan kita kepada dunia maya.

Namun saat ini, dengan adanya istilah online shop. Pengertian dari online shop adalah salah satu sistem jual beli yang menggunakan sistem yang terintegrasi atau terhubungkan dengan media online. Belanja online ini bisa dengan melalui chatting yang langsung dilakukan di website yang memeberikan fitur chat tersebut. Di Indonesia ini banyak yang sudah melakukan sistem belanja online, contohnya adalah bhinneka.com, lazada, bli-bli, dan masih banyak toko online yang memberlakukan sistem jual beli online dalam menjual semua produknya. Banyak juga toko-toko online yang menjadi reseller dari sebuah brand tertentu yang pada akahirnya tertarik untuk melakukan penjualan online pada websitenya.

Beberapa keuntungan online shop yang membuat sistem online shopping ini menjadi cara belanja favorit para calon pembeli, termasuk juga wanita yang hobi belanja. Adapun keuntungan dalam membeli barang yang diinginkan kapan saja tanpa ada batas waktu. Contohnya seorang wanita yang sibuk bekerja, mengurus rumah atau kuliah tetap bisa membeli melalui toko online website online walaupun sudah jam 11 malam.

Tapi terkadang, ada hal yang tidak diinginkan saat berbelanja dengan media online shop. Barang yang kita beli, terkadanf tidak sesuai dengan harapan kita. Contoh saat membeli baju kaos, bahan ternyata terasa kasar sehingga saat digunakan terasa panas. Ini disebabkan karena kita hanya melihat picture atau gambar dari handphone atau laptop yang terlihar baju kaos tersebut bagus dan baik-baik saja.

Inilah salah satu contoh bentuk transaksi di internet. Ada kekurangan dan juga ada kelebihan, sehingga kita dapat menilai masing-masing tentang online shop.

Berbelanja di Online Shop tentu memiliki dampak bagi kita, ada dampak positif dan negatif. Dampak positifnya belanja jadi jauh lebih praktis, kita tidak perlu keluar rumah untuk pergi ke mall. Sekarang ini  banyak sekali owner yang tidak hanya menjual di toko tetapi juga menjualnya via Online jadi mereka juga memiliki website sendiri atau akun sosial untuk mempromosikannya.

Dan kita juga bisa berbelanja Online Shop dari luar negeri contohnya di e-Bay, Amazon, dan lainnya. Sudah banyak situs Online Shopping luar negeri yang memberikan free shipping ke indonesia.

Dampak negatifnya dari berbelanja via Online:

  1. Kasus salah pengiriman barang atau barang tak kunjung sampai sering sekali terjadi jika kita membeli di Online Shop. 
  2. Kualitas barang berbeda dengan yang ada di gambar. Terkadang juga bisa terjadi saat pengiriman barang yang menyebabkan barang rusak.
  3. Penipuan, banyak kasus dimana si pembeli sudah membayar tetapi barang yang dibeli tidak dikirim.
  4. Hedon, sifat ini sebenarnya berbahaya bagi kita. Biasanya bagi pemilik sifat hedon dengan berbelanja dengan cara yang praktis dan harga yang murah bisa menyenangkan hati mereka tetapi bisa jadi pemborosan dan membeli barang yang tidak diperlukan.

Oleh karena itu untuk meminimalisir dampak negatif yang terjadi, telah adanya tindak pencegahan. Untuk hal penipuan maka sudah dibuat UU Informasi dan Transaksi Elektronik No 11 Tahun 2008. Dan juga untuk mengurangi penipuan dan adanya masyarakat yang antisosial maka dibuatlah suatu sistem transaksi yang disebut COD (Cash on Delivery). Sistem transaksi baru ini memungkinkan pelaku untuk memperkenalkan kebutuhannya lewat internet. Penjual akan menawarkan barangnya lewat situs jual beli dan pembeli hanya perlu mencari barang yang diinginkan lewat situs tersebut. Transaksi lewat internet pun terjadi, setelah mencapai kesepakatan (deal) maka pembeli dan penjual akan bertemu pada tempat yang telah ditentukan dan hanya tinggal menyelesaikan pembayaran dan pemberian barang yang diinginkan karena tawar menawar telah dilakukan melalui internet.

Sumber:

- http://ayundalarassatii.blogspot.com/2014/05/pengaruh-transaksi-di-internet-terhadap.html

- http://friskiriandini.blogspot.com/2014/05/pengaruh-transaksi-di-internet-terhadap.html?m=1

- http://yohanesalexander24.blogspot.com/2014/05/pengaruh-transaksi-internet-dalam.html

Friday, 4 April 2014

Etika penggunaan materi di internet dalam kebutuhan pekerjaan

Dalam masa sekarang ini, semua informasi yang orang orang butuhkan dapat dengan mudah di cari dan didapatkan melalui internet. Internet membuat orang orang lebih mudah mendapatkan informasi dan data, dengan ada nya internet orang orang tidak harus lagi pergi ke perpustakaan umum, perpustakaan daerah, perpustakaan kampus. Semua informasi pasti ada di Internet.

Namun dengan adanya fasilitas internet yang notabene semua informasi bisa didapatkan dengan mudah, tentu saja kita harus mempunyai etika dalam mengambil informasi, sumberdaya, data yang ada di internet. Sebagai seorang profesional atau pekerja bahkan pelajar, etika itu sangat penting. Penting kenapa? dengan adanya kita beretika jelas secara tidak langsung kita menghormati orang orang yang mengupload informasi, data, sumberdaya itu di internet. Cara beretika nya gimana? tentu saja dengan tidak mengakui bahwa informasi, data, dan sumberdaya itu adalah hasil kerja diri kita sendiri. Kita perlu mencantumkan sumber dari informasi dan data yang kita dapat melalui internet.
 
Perkembangan teknologi yang sangat pesat membuat penggunaan internet tak lagi menjadi hal yang baru. Internet menjadi fasilitator yang menyediakan kemudahan dalam pengaksesan materi untuk pengguna dalam menyelesaikan pekerjaannya. Penggunaan internet di bidang pendidikan dan perbankan merupakan salah satu keuntungan dari kemajuan teknologi ini.
 
Manfaat TIK dalam bidang pendidikan antara lain :  
  1. Berbagi hasil penelitian, hasil penelitian yang dimuat dalam internet akan mudah dimanfaatkan orang lain disegala penjuru dunia dengan cepat.  
  2. Konsultasi dengan pakar, konsultasi dangan para ahli dibidangnya dapat dilakukan dengan mudah walaupun ahli tersebut berada ditempat yang sangat jauh 
  3. Perpustakaan online, perpusatakaan online adalah perpustakaan dalam bentuk digital.
  4. Diskusi online. Diskusi online adalah diskusi yang dilakukan melalui internet. 
  5. Kelas online. Aplikasi kelas online dapat digunakan untuk lembaga-lembaga pendidikan jarak jauh, seperti universitas dan sekolah-sekolah terbuka.
Keuntungan pemanfaatan TIK dalam bidang pendidikan bagi pelajar antara lain :
  1. Dapat mengakses informasi-informasi hasil penelitian orang lain
  2. Memperoleh sumber ilmu pengetahuan dengan mudah
  3. Akses ke para ahli lebih mudah karena tidak dibatasi jarak dan waktu
  4. Materi pelajaran dapat disampaikan interaktif dan menarik
  5. Melalui belajar jarak jauh dapat menghemat biaya dan waktu.
Keuntungan pemanfaatan TIK dalam bidang pendidikan bagi penyelenggara pendidikan antara lain :
  1. Dapat berbagi hasil penelitian dengan lembaga pendidikan lain
  2. Dapat memberi layanan lebih baik ke peserta didik
  3. Dapat menjangkau peserta didik yang tempatnya sangat jauh
  4. Melalui perpustakaan online, dapat menekan biaya untuk menyediakan buku.
  5. Dapat saling berbagi sumber ilmu dengan institusi lain.
Dalam dunia perbankan,Internet Banking merupakan salah satu contohnya. Internet Banking adalah layanan perbankan yang dilakukan dengan menggunakan internet. Transaksi yang dapat dilakukan adalah pengecekan saldo, transfer uang, pembayaran tagihan.

Keuntungan internet banking bagi bank adalah bank dapat memberikan keleluasaan kepada nasabah untuk melakukan transaksi dimana saja dan kapan saja.
Keuntungan internet banking bagi nasabah antara lain :
a. Menghemat waktu, karena tidak perlu datang ke bank untuk melakukan transaksi
b. Menghemat biaya, karena transportasi menuju ke bank dapat dihilangkan.
c. Lebih cepat, karena tidak perlu menunggu antrean yang banyak.

Internet yang menyediakan berbagai materi kebutuhan informasi terkadang membuka lebar kegiatan plagiarisme. Yaitu dimana seseorang dapat menggunakan materi tanpa seijin pemilik.
Etika penggunaan materi dalam kebutuhan pekerjaan ini merupakan hal yang sangat penting.
Baiknya seseorang yang akan menggunakan materi yang didapat dari internet, meminta ijin terlebih dahulu kepada pemilik dan mencantumkan sumber asal materi yang didapatnya untuk menyelesaikan pekerjaan atau tugas.
 
 
Ada banyak informasi dan data yang seorang bisa dapatkan dari internet, diantaranya adalah source code sebuah program. Etika seseorang menanggapi source code yang tersebar di internet adalah dengan cara memberikan dokumentasi di awal atau akhir source code yang digunakan tersebut, dengan mencantumkan sumber source code misalnya, atau si pembuat source code pertama kali.

Banyak sekali manfaat internet didalam dunia bekerja, selain untuk memberikan inovasi dalam setiap kerjaan yang dibuat, selain itu dengan adanya internet kita bisa membandingkan kerjaan yang pribadi kita kerjakan di sebuah institusi, dengan institusi yang lain.

Oleh karna itu mari kita berusaha menghormati dan beretika dengan data, informasi, sumberdaya yang kita dapatkan melalui internet. Salah satu cara yang paling gampangnya adalah dengan mencantumkan sumber dari informasi yang kita dapatkan.
 
Sumber:
http://sabillahwahid.blogspot.com/2014/03/etika-penggunaan-materi-di-internet.html
http://karinarisaf.blogspot.com/2014_03_01_archive.html

Sunday, 3 November 2013

[TUGAS] Netetique Dalam Berkomunikasi Pada Sosial Media

Seiring berkembangnya teknologi di era globalisasi ini, segala sesuatu terasa lebih cepat dan mudah. Misalnya saja dalam hal berkomunikasi, baik itu komunikasi dengan kerabat maupun teman, serta komunikasi dalam menyebarkan informasi. Tak hanya alat-alat komunikasi saja yang dapat mempermudah pengguna dalam berkomunikasi satu sama lain, tapi juga sarana komunikasi seperti sejumlah sosial media. Melalui sosial media, pengguna dapat memperoleh informasi serta membagikan informasi melalui akun pribadi mereka. Tak hanya itu, pengguna juga bisa memperluas pergaulan dengan orang-orang dari berbagai tempat. Bahkan tak jarang sosial media dijadikan sarana untuk mempromosikan sesuatu, misalnya saja untuk menjajakan barang dagangan, atau mempromosikan suatu event dan lain sebagainya. Bagi sebagian orang pun sosial media dijadikan sarana untuk mengekspresikan diri, baik itu melalui foto maupun kata-kata. Semua hal seakan bebas dilakukan menggunakan sosial media, terlebih sarana ini dapat diakses di mana saja dengan cuma-cuma.



Netiquette singkatan dari  network etiquette atau Internet etiquette merupakan ketentuan atau tata cara tertulis dalam sistem jaringan yang dipakai untuk melakukan komunikasi, biasanya di dalam news group ,USENET, juga dalam e-mail. Sebelum internet lahir, kata netiquette tentu belum ada. Orang mengartikan sebagai berprilaku sesuai etiket saat tersambung ke jaringan internet, entah itu saat kita berinteraksi di forum, mailing list, maupun blog. Ternyata, ada etiket yang sejatinya harus dipegang oleh siapapun yang sedang berada di jaringan internet saat mereka berinteraksi.


Para pemula di dunia internet seringkali tanpa sadar melakukan kesalahan hanya karena belum mengetahui etika ber-internet. Oleh karena itu, setiap orang yang ingin bergabung ke internet perlu mengetahui dan mematuhi prinsip-prinsip Netetique sebagai berikut :


1. Empati dan solidaritas
Dalam berinternet, pengguna memang tidak bertatap muka secara langsung dengan manusia lain. Namun, jangan sampai pengguna seakan dapat berbuat seenak sendiri tanpa mempedulikan pengguna lain. Oleh karena itu, para pengguna sudah selayaknya tetap berempati terhadap pengguna lain serta harus menjaga solidaritas komunitas seperti layaknya di dunia nyata.


2. Tidak mengumbar kehidupan pribadi
Pengguna sosial media harus berwaspada jika ingin melakukan interaksi, karena jika terlalu mengumbar kehidupan pribadi seperti kehidupan pribadi, hubungan percintaan, tentang kehidupan keluarga, atau tentang kejengkelan dengan seseorang. Karena hanya akan menjadi konsumsi publik.


3. Tidak mengandung unsur Sara ataupun hal pornografi
Indonesia merupakan negara multikultural, jika konten berbau SARA sangat sensitif dan gampang menyulut respon bagi pihak lain. Menaruh foto-foto yang berbau pornografi hal ini selain tidak sangat etis, ditambah lagi jika foto tersebut ialah foto sendiri. Hal-hal tersebut akan mengundang respon yang beragam dai berbagai pihak lebih parah bisa mengarah pada tindakan kriminal.


4. Tidak mengatasnamakan unsur ataupun instansi terkait
Banyak pengguna yang memanfaatkan sosial media sebagai alat untuk mengelabui pengguna lain, disini pengguna semestinya tidak menggunakan jati diri sebagai orang lain karena dapat menyulut perkara.


5. Teliti sebelum bergabung
Internet terdiri atas berbagai kelompok dan tiap kelompok memiliki budaya berbeda-beda. Oleh karena itu, sebelum masuk ke dalam suatu kelompok selidikilah dulu budayanya. Sehingga kita tidak salah masuk kelompok atau menyalahi budaya kelompok setempat.


6. Bertutur kata dengan baik
Sebagian besar komunikasi di internet dilakukan secara verbal. Oleh karena itu, manusia dinilai dari hasil tulisannya. Hendaknya pengguna internet menulis hal-hal yang pantas dan sesuai dengan konteks sosial media.


7. Tidak menyulut amarah pengguna lain.
Pengguna sebaiknya tidak menyulut pengguna akun lain, misalnya saja memposting sesuatu yang dapat menyinggung perasaan orang lain baik sengaja atau tidak.


8. Menghormati privasi
Manusia di dunia maya pun memiliki privasi yang tidak ingin dilanggar. Oleh karena itu, sebaiknya pengguna internet saling menghormati privasi dengan tidak menerobos masuk ke dalam wilayah pribadi orang lain.


9. Tidak menyalahgunakan kekuasaan
Beberapa anggota komunitas internet memiliki kekuasaan lebih tinggi daripada yang lain. Namun bukan berarti mereka dapat menggunakan kekuasaan tersebut secara semena-mena. Misalnya, administrator forum tidak diperkenankan dengan seenaknya menghentikan keanggotaan seorang anggota forum tanpa ada alasan jelas.


10. Berbagi pengetahuan
Komunitas internet pada awalnya tercipta karena keinginan untuk berbagi pengetahuan. Oleh karena itu, kita tidak perlu takut akan minder untuk membagikan opini, pengetahuan atau pengalaman pada media sosial. Karena bisa saja hal dipandang sederhana oleh seseorang ternyata amat berharga bagi orang lain.

11. Jangan gunakan huruf kapital
Karena penggunaan karakter huruf bisa dianalogikan dengan suasana hati si penulis. Huruf kapital mencerminkan penulis yang sedang emosi, marah atau berteriak. Tentu sangat tidak menyenangkan tatkala Anda dihadapkan dengan lawan bicara yang penuh dengan emosi bukan? Walau begitu, ada kalanya huruf kapital dapat digunakan untuk memberi penegasan maksud. Tapi yang harus dicatat, gunakanlah penegasan maksud ini secukupnya saja, satu-dua kata dan jangan sampai seluruh kalimat/paragraf.

12. Kutip seperlunya
Ketika anda ingin memberi tanggapan terhadap postingan seseorang dalam satu forum, maka sebaiknya kutiplah bagian terpentingnya saja yang merupakan inti dari hal yang ingin anda tanggapi dan buang bagian yang tidak perlu. Jangan sekali-kali mengutip seluruh isinya karena itu bisa membebani bandwith server yang bersangkutan dan bisa berakibat kecepatan akses ke forum menjadi terganggu.

13. Perlakuan terhadap pesan pribadi
Jika seseorang mengirim informasi atau gagasan kepada anda secara pribadi (private message), Anda tidak sepatutnya mengirim/menjawabnya kembali ke dalam forum umum.

14. Hati-hati terhadap informasi / berita hoax
Tidak semua berita yang beredar di internet itu benar adanya. Seperti halnya spam, hoax juga merupakan musuh besar bagi para kebanyakan netter. Maka, sebelum anda mem-forward pastikanlah terlebih dahulu bahwa informasi yang ingin anda kirim itu adalah benar adanya. Jika tidak, maka anda dapat dianggap sebagai penyebar kebohongan yang akhirnya kepercayaan orang-orang di sekitar anda pun akan hilang.

15. Ketika 'Harus' menyimpang dari topik (out of topic/ OOT)
Ketika Anda ingin menyampaikan hal yang diluar topik (OOT) berilah keterangan, supaya subject dari diskusi tidak rancu.

16. Hindari Personal Attack
Ketika anda tengah dalam situasi debat yang sengit, jangan sekali-kali Anda menjadikan kelemahan pribadi lawan sebagai senjata untuk melawan argumentasinya. Sebab, ini hanya akan menunjukkan seberapa dangkal pengetahuan anda. Lawan argumentasi hanya dengan data/fakta saja, sedikit langkah diplomasi mungkin bisa membantu. Tapi ingat, jangan sekali-kali menggunakan kepribadian lawan diskusi sebagai senjata sekalipun ia adalah orang yang Anda benci. Budayakan sikap Diskusi yang sehat, bukan debat kusir.

17. Kritik dan saran yang bersifat pribadi harus melalui PM (Personal Message)
Jangan mengkritik seseorang di depan forum. Ini hanya akan membuatnya rendah diri. Kritik dan saran yang diberikan pun harus bersifat konstruktif, bukan destruktif. Beda bila kritik dan saran itu ditujukan untuk anggota forum secara umum atau pihak moderator dalam rangka perbaikan sistem forum, Anda boleh mempostingnya di dalam forum selama tidak menunjuk orang per orang tertentu.

18. Dilarang menghina Agama :
Ada beberapa forum dalam Situs ini yang memungkinkan terjadinya debat antar agama, atau debat antara Kristiani sendiri yang berlainan denominasinya. Untuk itu diharapkan agar masing-masing netter tidak menghina nama Tuhan, nama nabi, Kitab Suci, Denominasi dst. untuk membenarkan keyakinannya sendiri.


Sumber:
(Sumber : Pengantar Teknologi Informasi Internet, Karangan Budi sutedjo Dharma Oetomo, S.Kom.,MM ; Ester Wibowo, BA, MM; Eddy Hartono, S.Kom., MT; Samuel Prakoso, S.Kom)

http://gumilang-kitty.blogspot.com/2011/10/pengertian-dan-contoh-kasus-netiquette.html
 

Friday, 7 June 2013

Rangkuman Buku Pengetahuan " Trik Terampuh Internet, Sekuriti, dan Windows"

Buku Pengetahuan ini membahasa berbagai trik terpilih dan terampuh. Tidak hanya terbatas pada sebuah software saja, namun lebih komprehensif. Mulai dari internet, sekuriti, Windows XP hingga Windows Vista.

Materi yang dibahas pada buku ini diantaranya adalah :

1. Internet : Mengatasi pemblokiran chatting (mIRC dan Yahoo Messenger), Mengatasi pemblokiran situs web, Trik ampuh download di internet (termasuk download lagu), Beragam Trik Yahoo Messenger, dan Trik Mempercepat Firefox.

2.  Sekuriti : Trik dasar melindungi diri dari kejahatan internet, Mengenal modus serangan oleh hacker dan program jahat, mencegah terkena hack (email, friendster, dll), Trik mencegah email dibanjiri spam, Trik menyembunyikan dan mengenkripsi file/folder, Trik menjebol password sistem operasi Windows XP/Vista.

3. Windows XP : Merakit dan Memodifikasi CD Windows XP (termasuk memasukkan driver), Trik membuat CD live Windows XP (langsung dijalankan dari CD tanpa instalasi), Trik membuat installer Windows XP, Trik mengganti tampilan XP menjadi seperti Vista/Mac OS/ Fedora/Ubuntu.

4. Windows Vista : Trik ampuh meningkatkan peforma Windows Vista, Trik membersihkan hard disk, Trik mengatur prioritas program, Trik membuat USB write protected, Trik mematikan Fungsi USB Disk, Membuat Vista booting dengan semua inti processor, dan Mencegah autorun berjalan otomatis.

Referensi :
S.Hakim Rachmad.2009. Trik Terampuh Internet, Sekuriti, Windows. Jakarta : PT Elex Media Komputindo.

Tuesday, 27 November 2012

Bahasa Indonesia | Resensi Novel Dewi Lestari


Judul Buku    : Supernova "Petir"
Oleh               : Raden Nizar Prakas Rachmana
Judul              : Supernova "Petir"
Pengarang     : Dewi Lestari
Tahun Terbit  : Desember 2004
Cetakan ke   : I


Resensi
*Tulisan saya ini berdasarkan dengan yang saya baca pada novel ini dan satu lagi, ini adalah novel pertama kali yang saya baca, jadi di maklumi jika banyak kesalahan dalam menulis.

Pada awal buku ini terdapat Keping 37 yang berjudul "Kado Hari Jadi" , disini saya bingung apa hubungannya cerita ini dengan Petir yang telah saya baca. Pada Keping 37 ini, disitu menceritakan tentang Ruben dan Dhimas, sepertinya mereka pasangan Gay atau sering kita dengar dengan ucapan Maho atau Homo. Sepertinya yang ini ngga terlalu penting.

Selanjutnya Keping 38 ini dia yang benar dengan berjudul "Petir".
Hidup keluarga di suatu tempat di Bandung, Wijaya disebutnya sebagai ayah tetapi sering dipanggil Dedi, Watti sebagai kakak dan Elektra atau biasa di panggil Etra sebagai anak ke dua dari Dedi. Dedi mempunyai pekerjaan sebagai ahli elektronik dan bekerja di rumahnya. Kedua anak ini bisa dibilang kurang bahagia, karena mereka hampir tidak pernah mendapat mainan baru, ketika mainannya rusak, Dedi selalu dapat membetulkannya. Suatu saat Etra pernah tersetrum sengatan listrik dari kabel yang tidak sengaja dia sentuh dan dia pun langsung pingsan tetapi dengan hebatnya Etra dapat sadar dengan selamat. Ada sesuatu yang terjadi dengan Etra, Etra suka sekali dengan melihat petir, berbeda dengan Watti yang ketika petir menyambar-nyambar keras di langit langsung ketakutan.

Suatu saat, Dedi terkena stroke dan meninggal dengan seketik dan Etra ialah orang yang paling shock dengan kejadian itu. Setelah meninggalnya Dedi, Watti pacaran dengan seorang dokter lulusan Universitas Pajajaran yang sering dipanggilnya Kang Atam. Lama kemudian mereka menikah dan pindah ke Tembagapura dan sebelum Dedi meninggal Watti sempat untuk izin kepada Dedi untuk pindah ke Agama Islam. Memang pada awalnya Watti agak sempat bimbang dan sering bertanya-tanya apakah ini benar atau tidak karena Watti pun termasuk orang yang rajin beribadah, Etra pun dapat meyakinkan kakaknya bahwa semuanya sama saja. Hari-hari terasa sepi bagi Etra dengan rumah besarnya Eleanor yang diberikan nama oleh Dedi, sampai sekarang Etra pun belum mengerti kenapa namanya Eleanor. Etra mencari suatu cara untuk bisa menghasilkan uang, dari kariernya menjadi kaki-kaki dari seorang tante yang juga kaki-kaki dari seorang pemuda yang mungkin juga masih seorang kaki-kaki dari si X sampai hampir mengkontrakkan rumahnya untuk di sewa dengan seorang pengusaha kaya raya.

Suatu ketika Etra memandangi pohon yang berdiri dipinggir rumahnya, saat itu turun hujan dengan deras dan entah kenapa Etra keluar rumah untuk menari-nari. Tidak lama kemudian petir menyambar pohon tersebut, seketika Etra kaget dan bertanya-tanya pada dirinya. Apakah tarian tersebut ialah tarian untuk memanggil petir ? Setelah kehujanan hari itu, Etra mendapatkan flu yang tidak kunjung henti. Suatu hari Etra mendapatkan surat bertuliskan S T I G A N (Sekolah Tinggi Ilmu Gaib Nasional), surat ini menawarkan pekerjaan kepada Etra tetapi dengan syarat yang aneh-aneh, sampai ketakutan Etra ke tempat orang pintar pada kantor tetangganya. Disana Etra meminta perlindungan, tetapi ternyata orang pintar itu tidak lain hanya ingin melakukan hal yang tidak senonoh, sewaktu orang yang di sebut orang pintar itu ingin berdiri dipegang lah pundak orang pintar itu agar tidak berdiri oleh Etra, seketika orang pintar itu tersetrum.

Hari-hari selanjutnya Etra bingung bagaimana selanjutnya dengan nasibnya karena uang tabungan sudah mulai menipis, Etra mencoba tawaran yang diberikan oleh STIGAN. Tiba di rumah yang begitu misterius baginya, disitu dia berniat untuk membeli beberapa persayaratan untuk STIGAN. Disana dia bertemu dengan Bu Sati, dari Bu Sati pun juga Etra baru mengetahui bahwa STIGAN itu hanyalah kerjaan orang iseng karena pada halaman terakhir tulisan di mata kuliah jika di sambungkan akan membentuk kata KE-TI-PU-NI-YE. Setelah itu Etra dan Bu Sati pun menjadi sangat dekat.

Pada suatu hari ketika Etra sedang ingin menelpon kakaknya di wartel, dia bertemu dengan teman kuliahnya Beatrix atau biasa dipanggil Betsye dan diajaknya bermain ke warnet Betsye. Etra menjadi kecanduan internet setelah dikenalkan oleh Betsye tentang chatting, dan pada suatu saat Etra sangat kelalahan dan sangat lemas sampai-sampai banyak terkena penyakit. Pada saat itu secara kebetulan atau memang sudah takdir, Bu Sati tiba di depan rumah Etra, dengan penuh kekuatan Etra membuka pintu tersebut dan jatuh pingsan. Bu Sati merawat Etra dengan sangat baik sampai Etra pun sembuh, Bu Sati mengetahui Etra mulai begitu aktif tidak seperti biasanya, Bu Sati mengajarkan banyak hal kepada Etra dan diberinya ide kepada Etra untuk bagaimana mempunyai komputer sendiri di rumah dibanding main terus ke warnet.

Suatu ketika Etra berkunjung ke warnet Betsye, dia meminta tolong kepada Kewoy (penjaga warnet dan sekaligus teman Betsye) untuk menemani membeli komputer pada pameran dan pada akhirnya mereka mendapatkan komputer untungnya masih ada beberapa uang dari warisan Dedi. Etra kembali ke Bu Sati untuk bermeditasi disana dan disana pun juga Bu Sati memberikan nasihat yang sangat banyak dan juga memberi ide lagi, coba bayangkan rumahmu dengan banyak komputer. Dengan bantuan Kewoy, mereka mendapat rekan bisnis yang baru yaitu Toni atau biasa dipanggil Mpret. Dengan datangnya Mpret ini yang mengubah semuanya menjadi sangat tertata, Eleanor disulap menjadi warnet dengan adanya warung di samping, rental play station, distro dan juga home theater. Semenjak ini semuanya menjadi sangat ramai, hari-hari Etra menjadi sibuk tidak seperti biasanya yang selalu bengong dan Eleanor ini pun berubah nama menjadi Elektra Pop.

Beberapa bulan sibuk-sibuk dengan urusan warnet, sesuatu yang tidak diharapkan terjadi, Etra jatuh sakit. Kali ini tidak ada diagnosa radang usus atau kebanyakan begadang, penyakitnya aneh. Ketika Etra mau dibawa ke dokter, penyakit itu hilang. Akan tetapi ketika ingin menyibukkan diri kembali penyakit itu datang kembali. Akhirnya teman-temannya berencana untuk membawanya ke rumah sakit secara diam-diam ketika Etra sedang istirahat. Tak disangka-sangka ketika mereka semua memeang tubuh Etra, mereka semua tersetrum listrik dari tubuh Etra. Etra mengetahui tidak ada jalan lain selain itu selain menelpon Bu Sati. Tidak lama kemudian Bu Sati datang dan ramai lah suasana disana. Bu Sati memberitahukan semua yang terjadi dari awal kepada Etra dan pada akhirnya Bu Sati pun melatih Etra untuk menguasai kelebihan yang ada pada tubuh Etra.

Pada setelah kejadian itu, Etra jadi bisa membantu orang untuk menyembuhkan beberapa penyakitnya dengan setrumnya. Jadi dia mendirikan Klinik Elektrik yang satu ruangan dengan rental PS, sampai suatu hari terjadi konflik antara Etra dengan Mpret karena dengan adanya Klinik Elektrik tersebut maka rental PS jadi semakin sepi. Kemampuan Etra menjadi sangat berkembang sampai bisa menggerakkan sendok yang terdiam. Mpret dan Etra menjadi tidak terlalu dekat seperti biasanya.

Di Hari Raya Lebaran, Mpret dan Etra pun menjadi dekat kembali, Etra mendengarkan beberapa cerita dari Mpret. Watti dan Kang Atam pun juga Halal Bi Halal ke Elektra Pop, Watti begitu kaget dengan semuanya karena yang terakhir kali dia kesini rumah ini hanyalah rumah besar yang berisikan kerdus-kerdus elektronik peninggalan Dedi. Kang Atam yang kagum dengan cara kerja Mpret menawarkan bisnis dengan Mpret, dan Mpret pun menerimanya. Beberapa bulan setelah Mpret membantu Kang Atam untuk mendekorasikan warnet, sesampainya dirumah Mpret disambut dengan ceria oleh semua penduduk Elektra Pop dengan pesta ulang tahunnya. Tetapi Mpret begitu marah ketika melihat badut, mungkin karena Mpret mempunyai masa lalu yang kurang begitu enak dengan badut, setelah pulangnya badut Mpret pun ingin mencoba di Terapi oleh Etra. Ternyata Etra tidak mengetahui selama ini jikalau Mpret suka kepada Etra setelah diberitahu oleh Mi'un (salah satu penjaga Elektra Pop). Beberapa hari kemudian mereka kedatangan tamu, ternyata tamu itu ialah Bong sepupu dari Mpret. Dan selanjutnya menggantung seperti itu saja ketika Bong telah bercerita banyak tentang Mpret kepada Etra.

Kelebihan Novel :
Saya suka dengan novel ini, tidak terlalu banyak kata-kata berat di dalamnya dan juga ada beberapa kalimat yang saya sangat sukai dari beberapa tokoh di dalamnya.
Beberapanya yaitu :
1. Dedi : Hidup memang bukan siapa yang unggul di atas siapa.
2. Mpret : Mana bisa gua pelit ? Apa yang mau gua pelitin ? Gua nggak punya apa-apa. Barang-barang semua ini sulap. Besok kebakar juga nggak jadi duit lagi. Mulut gua bisa ngomong, ini sejuta, ini dua juta, tapi dalam hati gua ngga pernah melihat itu. Gua cuma melihat apa yang bikin gua senang, bisa bikin teman-teman gua hepi, mereka jadi maju, rajin. Cukup!
3. Saya lupa siapa yang berkata seperti ini : Banyak hal yang nggak perlu kedengaran bunyinya, tapi kelihatan tindakannya.

Kekurangan Novel :
Sejujurnya, saya kurang suka dengan sesuatu yang membawa agama di dalamnya, terlebih lagi sampai ke dalamnya. Contohnya ketika pada saat membacakan isi dari salah satu surat dalam kitab suci.

Thursday, 8 November 2012

Bahasa Indonesia | Kata-Kata yang Berasal dari Lingkungan

Kuping Gajah = Cemilan yg bentuknya seperti kuping gajah.
Meong = Suara dari kucing.
Mbek = Suara dari kambing.
Undur-Undur = Hewan yang cara berjalannya mundur.
Atapers = Penumpang kereta api yang berada di atap.
Tokek = Hewan yg mengeluarkan suara " tokeekk, tokeekk, tokeekk ".
Ransel = Tas untuk membawa suatu barang.
Kuda Liar = Kuda yang tidak dipelihara.
Kuda Besi = Sebutan lain untuk sepeda motor.
Tampah = Wadah untuk menampi ( membersihkan ) beras dari kotoran.
Telor Asin = Telor yang rasanya asin.
Coral Api = Coral yg apabila terkena kulit akan panas seperti terbakar api.
Kumis Kucing = Tumbuhan yang bentuknya seperti kumis kucing.
Ngorok = Suara ( dengkuran ) pada saat tidur.
Centong Nasi = Alat untuk mengambil nasi dari magic jar.
Walang Sangit = Belalang yang baunya sangit.
Asbak = Wadah untuk abu dan puntung rokok.
Salak Condet = Salak yang berasal dari condet.
Lubang Buaya = Nama okasi yang terdapat seperti mulut buaya yang dijadikan tempat sebagai penyiksaan dan pembunuhan para pahlawan.
Kaki Seribu = Hewan yang memiliki kaki yang banyak seolah2 ada 1000 kaki.
Durian = Karena kulitnya berduri.
Rambutan = Karena kulitnya seperti rambut.
Bunga Bangkai = Karena mengeluarkan bau seperti bangkai.
Ikat Rambut = Benda yang digunakan untuk mengikat rambut.
Cocor bebek = Tumbuhan yang bentuknya seperti mulut bebek.
Surabaya = Provinsi yang diambil dari cerita ikan hiu Sura yang berkelahi dengan buaya.
Banyu Wangi = Provinsi yang diambil dari cerita tentang air yang wangi.
Kebon Jeruk = Nama dearah yang konon dulu adalah tempat kebun jeruk.
Keset = Alat yang dibuat untuk mengesatkan kaki.
Zebra Cross = Tempat menyebrang jalan yang warnanya serupa warna Zebra.
Jangkrik = Karena bunyinya krikrik.
Jamur Kancing = Karena bentuk jamur tersebut seperti kancing.
Mie Tek-Tek = Tek karena suara penjualnya yang selalu memukulkan wajan yang bersuara "tek tek".
Ngorok = Karena suaranya “ngrok ngrok”.
Cat Kuku = Karena  dikukunya diberikan warna seperti dicat.
Ikan Asin = Karena ikannya terasa asin.
Kacamata = Karena dipakai untuk mata.
Kaos kaki = Karena digunakan dikaki dan biasanya berbahan kaos.
Kursi Goyang = Karena kursinya bergoyang-goyang.
Meja Belajar = Karena meja yang digunakan untuk belajar.
Jam Dinding = Karena jam diletakkn di dinding.
Papantulis = Karena papan yang digunakan berfungsi untuk menulis.
Ikat Pinggang = Karena digunakan dipinggang.

Wednesday, 24 October 2012

Bahasa Indonesia | Perkembangan Bahasa Indonesia Pada Masa Sekarang

Bahasa Alay


“Terus, gue mesti bilang WOW, gitu?”
“Ciyus? Enelan? Miapah?”
“L!k3 st4tz aqwh eaapz”
“Mupph1n 4khuw”


Kalimat-kalimat diatas adalah contoh Pembinasaan Bahasa Indonesia di dalam negeri dari sisi EYD maupun norma, etika dan adat berbicara timur yang terkenal dengan kesopanannya.  Kalimat-kalimat diatas lebih dikenal di Indonesia sebagai Bahasa Alay, atau di dunia IT dua kalimat terakhir disebut Bahasa Hacker. Tidak ada yang tahu persis bagaimana asal mula dari merebaknya bahasa alay ini.

Ada yang menyebut dimulai dari bahasa pergaulan para banci salon. Ada lagi yang menyebut karena pengaruh layanan pesan singkat handphone (SMS) yang memaksa penggunanya untuk menyingkat kata sesingkat mungkin apabila ingin menulis pesan yang agak panjang. Pandangan lain menyatakan bahwa faktor psikologis remaja zaman sekarang dan didukung oleh perkembangan teknologi turut mendukung berkembangnya penggunaan bahasa ini.

Mungkin pada awalnya bahasa alay hanya ada pada tata cara penulisan di SMS. Penulisan “yang” disingkat menjadi “yg”, “seseorang” menjadi “ssorg”, “tanggung jawab” menjadi “tgg jwb”, dan banyak lagi. Dari awalnya yang menggunakan huruf-huruf yang “normal” dan masih dalam batas “kewajaran”, mulailah masuk “bahasa hacker” yang menggabungkan antara alphabet dengan angka dan simbol-simbol.

Penggunaan bahasa hacker dimaksudkan untuk keamanan password akun seperti email agar tidak mudah dibobol oleh hacker karena password dengan kombinasi huruf-angka-simbol dianggap sebagai password yang paling sulit (hampir mustahil) untuk dibobol. Beberapa saran dari praktisi IT menyebutkan bila ingin password yang aman dan mudah diingat maka gunakanlah angka atau simbol sebagai pengganti alphabet.

Contohnya, bila ingin password “Jakarta Raya” menjadi password yang tangguh, maka penulisannya bisa seperti “J4k4rt4 R4y4” atau kombinasi model lainnya.

Namun, dalam perkembangannya password “Jakarta Raya” seperti mulai di-gemuk-kan menjadi, contoh: “Jh4kart@ Rhayh@4”. Atau dengan model lainnya (maaf saya tidak terlalu ahli dalam membuat penulisan bahasa alay tingkat akut).

Nah, dari perkembangan seperti ini bahasa alay mulai dikenal dengan ciri-ciri tulisannya yang menggunakan simbol, angka (seperti plat nomor) dan ejaan yang berubah dan di-gemuk-kan. Contoh paling ekstrim saya menemukan nama akun facebook seseorang yang ditulis seperti berikut:




Aponkk Ciiguardiannaangell Mencaricciintassejati
Afief Hatecoffeebutlikecoffeetheory
Bebyameliacayankridhomulyadie Dengansepenuhhati Kanselalucayankridho
- Sherllyghibitiyahaliyah Lorenciiabenciitmendmunapik SyngmamhMahessadrofwanted
- Abiiee Chayank Zack Chellalu Clamhannya
- ZrieeYgsllcayankcienta AA’pholepel




Seperti itu lah, belum ditambahkan dengan angka dan simbol saja sudah bikin mata dan otak pusing. Entah dengan maksud seperti apa para alay-ers -sebutan untuk orang alay- sengaja memilih kata-kata seperti ini. Salah satu pengguna bahasa ini pernah saya temui di jalan ketika saya sedang menunggu kereta saat pulang kuliah. Setelah berbincang sejenak, saya iseng bertanya mengapa dia yang masih SMP itu sengaja menggunakan bahasa alay. Jawabannya klise, sederhana, namun membuat saya menggeleng-gelengkan kepala: “Biar gue keren ama eksis, bang”. Waah.

Disamping bahasa alay dalam bentuk tulisan, pelencengan bahasa Indonesia dalam bentuk “lisan” juga sudah marak. Tetap dengan label “bahasa alay”, hanya saja beda penerapannya.

Saya ambil contoh kalimat yang sedang trend, yaitu:

“Ciyus? Enelan? Miapah?” (Serius? Beneran? Demi apa?) dan

“Trus, gue mesti koprol sambil bilang ‘wow’, gitu?”



Kalimat pertama entah muncul dari mana asalnya dan siapa yang memulainya. Yang saya tangkap dari kalimat yang bertanya tiga kali itu bernada seperti anak balita yang baru belajar berbicara. Kalimat diatas mulai terkenal lewat media sosial seperti twitter dan facebook dan merambah ke ranah pergaulan lisan sehari-hari di kalangan remaja. Kesan yang ditimbulkan dari penggunaan kalimat diatas, menurut saya seperti orang yang tidak percaya tapi dengan ekspresi yang “merendahkan”.

Bayangkan, bila anda misalkan berbincang dengan figur terkenal. Seorang produser misalnya. Dan anda berbicara dengan teman anda bahwa anda sesaat yang lalu anda berbincang dengan seorang produser terkenal. Lalu rekan anda mengatakan:“Ciyus? Enelan? Miapah?”, tentu dengan mimik antara tidak percaya, iri dan merendahkan karena hampir semua yang mengatakan ini menggunakan mimik dan nada bicara yang sama. Bagaimana perasaan anda? Pasti jengkel, kecuali anda kurang normal.

Lebih parah lagi bila teman anda berkata “Trus, gue mesti koprol sambil bilang ‘wow’, gitu?”. Secara langsung kalimat ini terang-terangan menunjukkan rasa tidak menghargai dan menghina bila anda menganggap pembicaraan anda serius dan bukan suatu candaan sama sekali.

Saya masih teringat ketika saya mendapat nilai bagus dalam ulangan sewaktu Sekolah Dasar beberapa tahun yang lalu dan saya memberitahukannya kepada teman-teman saya. Mereka mengucapkan selamat dan berbahagia bersama saya, dengan beberapa diantaranya menantang untuk berkompetisi di ulangan yang berikutnya.

Namun lihat pada masa sekarang, begitu ada yang mengumumkan kalau dia mendapat nilai bagus saat ulangan, balasannya antara dua kalimat alay diatas. Alhasil secara psikologis, ia merasa usahanya sama-sekali tidak dihargai dan sia-sia. Di sisi yang mengatakan, secara perlahan ia menumbuhkan sifat iri dan kurang menghargai karena pengucapan kalimat-kalimat tersebut hampir dipastikan dengan suara ketus dan ekspresi dan gaya bahasa merendahkan.

Inilah bahaya negara Indonesia hanya dari segi bahasa saja. Memang banyak orang yang membenci penggunaan bahasa ini. Tapi kalau hanya sekadar dibenci, dicaci dan semacamnya hanya akan menyuburkan “pembinasaan bahasa” ini. Perlu ada sebuah gerakan nyata untuk menghilangkan kebiasaan buruk ini sebelum menjadi sebuah “budaya” yang memalukan.

Pelajaran Bahasa Indonesia yang diajarkan di institusi pendidikan mesti digalakkan dan dikembangkan bukan hanya dari sisi teori, namun dari sisi penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi mengingat bahasa alay sudah mulai menggabungkan dengan bahasa asing, terutama bahasa inggris karena trend bahasa Inggris semakin marak.


Memudarnya Kemauan Berbahasa Indonesia

Sekarang ini banyak perusahaan-perusahaan asing yang menerapkan standar bahasa Inggris lisan dan tulisan. Dibuktikan dengan perolehan nilai TOEFL dari lembaga-lembaga resmi. Entah kenapa saya melihat ini hanya penjajahan modern. Bagaimana bisa perusahaan asing yang membuka cabangnya di Indonesia mengharuskan karyawannya yang orang Indonesia harus bisa bahasa mereka. Bila diumpamakan, anda menerima tamu di rumah anda. Namun anda harus mengikuti kebiasaan tamu anda itu. Sungguh ironis dan lucu Indonesia ini.

Apalagi dengan bermunculannya Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) dan rintisannya (RSBI). Sekolah-sekolah itu menerapkan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. Saya merasakan sendiri karena sewaktu saya sekolah, SMK saya adalah RSBI (sekarang sudah SBI). Penekanan berbahasa Inggris sungguh ditekankan, sedangkan bahasa Indonesia –menurut pandangan saya- dianggap hanya sebagai hiasan pelengkap saja sebagai mata pelajaran Ujian Nasional. Bahasa Indonesia juga seperti di-anak-tiri-kan, dengan perlakuan yang berat sebelah. Contoh, lebih banyak sekolah dengan lab bahasa inggris dibandingkan lab bahasa Indonesia.

Proyeksi sekolah RSBI dan SBI ini adalah mencetak siswa yang kompeten di lapangan kerja. Oke, memang itu bagus. Tapi di sisi bahasa Indonesia, kurikulum pengajarannya seolah menghancurkan bahasa Indonesia dengan meng-anak-tiri-kannya dengan bahasa Inggris. SBI adalah “Sekolah Bertaraf Internasional”, bukan “Sekolah Internasional”. Di negara Jepang sana, universitas sekelas Universitas Tokyo (Tokyo University/Todai) saja meskipun berkelas internasional tetap menggunakan bahasa Jepang sebagai bahasa sehari-hari. Bahasa inggris “hanya” digunakan disaat tertentu saja, seperti di mata kuliah bahasa Inggris. Sisanya tetap menggunakan bahasa Jepang.
Dimanakah jiwa nasionalisme kita yang sesungguhnya saat ini?

Apakah nasionalisme kita baru tergerak bila kita terang-terangan dijatuhkan oleh orang asing?

Sadarkah kalau sudah sering jiwa nasionalisme kita digadai demi kepentingan imperialis asing?

Banggakah kita bila nilai-nilai dan kebudayaan Indonesia tergerus westernisme?

Mengapa kita selalu latah dan bangga dengan budaya luar, sedangkan budaya sendiri dibiarkan begitu saja padahal bangsa asing begitu menilai tinggi?

Kemanakah semangat Sumpah Pemuda 1928?

Sumber : Blog Ian Frisky

Ilmu Sosial Dasar | BAB 10. Perbedaan Prasangka Dan Diskriminasi

PERBEDAAN PRASANGKA DAN DISKRIMINASI
Sikap yang negatif terhadap sesuatu, disebut Prasangka. Walaupun dapat kita garis bawahi prasangka dapat juga dalam pengertian positif. Prasangka bersumber dari suatu sikap. Diskriminasi menunjuk kepada suatu tindakan. Dalam pergaulan sehari-hari sikap berprasangka dan diskriminasi seolah-olah menyatu dan tidak dapat dipisahkan.
Seseorang yang mempunyai prasangka rasial biasanya bertindak diskriminasi terhadap yang diprasangkainya. Walaupun begitu, biasa saja seseorang bertindak diskriminatif tanpa latar belakang pada suatu prasangka. Demikian juga sebaliknya, seseorang yang berprasangka dapat saja berperilaku tidak diskriminatif.
Sikap berprasangka jelas tidak adil, sebab sikap yang diambil hanya berdasarkan pada pengalaman atau aoa yang didengar. Lebih-lebih lagi bila sikap berprasangka itu muncul dari jalan fikiran sepintas, untuk kemudian disimpulkan dan dibuat pukul rata sebagai sifat dari seluruh anggota kelompok sosial tertentu.
Sebab - sebab timbulnya prasangka dan diskriminasi, yaitu :
a. Berlatar belakang sejarah
b. Dilatarbelakangi oleh perkembangan sosio - kultural dan situasional
c. Bersumber dari faktor kepribadian
d. Berlatar belakang dari perbedaan keyakinan, kepercayaan dan agama

Daya atau upaya untuk mengurangi / menghilangkan prasangka dan diskriminasi, yaitu :
a. Perbaikan kondisi sosial ekonomi
b. Perluasan kesempatan belajar
c. Sikap terbuka dan sikap lapang

ETNOSENTRISME
Setiap suku bangsa atau ras tertentu akan memiliki ciri khas kebudayan, yang sekaligus menjadi suatu kebanggaan mereka. Suku bangsa, ras tersebut dalam kehidupan sehari-hari bertingkah laku sejalan dengan norma - norma, nilai - nilai yang terkandung dan tersirat dalam kebudayan tersebut.
Etnosentrisme ialah suatu kecendrungan yang menganggap nilai - nilai dan norma - norma kebudayaannya sendiri dengan suatu yang prima, terbaik, mutlak dan dipergunakannya sebagai tolak ukur untuk menilai dan membedakannya dengan kebudayaan lain.
Etnosentrisme nampaknya merupakan gejala sosial yang universal dan sikap yang demikian biasanya dilakukan secara tidak sadar. Dengan demikian etnosentrisme merupakan kecenderungan tak sadar untuk menginterprestasikan atau menilai kelompok lain dengan tolak ukur kebudayaannya sendiri. Sikap etnosentrisme dalam tingkah laku berkomunikasi nampak canggung, tidak luwes. Akibatnya etnosentrisme penampilan yang etnosentrik, dapat menjadi penyebab utama kesalah pahaman dalam berkomunikasi. Etnosentrisme dapat dianggap sebagai sikap dasar ideologi Chauvinisme pernah dianut oleh orang - orang German pada jaman Nazi Hitler. Mereka merasa dirinya superior, lebih unggul dari bangsa - bangsa lain dan memandang bangsa - bangsa lain sebagai inferior, lebih rendah, nista dan sebagainya.

Ilmu Sosial Dasar | BAB 9. Agama Dan Masyarakat

AGAMA DAN MASYARAKAT
Kaitan agama dengan masyarakat banyak dibuktikan oleh pengetahuan agama yang meliputi penulisan sejarah dan figur nabi dalam mengubah kehidupan sosial, argumentasi rasional tentang arti dan hakikat kehidupan, tentang Tuhan dan kesadaran akan maut menimbulkan relegi dan sila Ketuhanan Yang Maha Esa sampai pada pengalaman agamanya para tasauf.
Peraturan agama dalam masyarakat penuh dengan hidup, menekankan pada hal-hal yang normatif atau menunjuk kepada hal-hal yang sebaiknya dan seharusnya dilakukan. Karena latar belakang sosial yang berbeda dari masyarakat agama, maka masyarakat akan memiliki sikap dan nilai yang berbeda pula. Kebutuhan dan pandangan kelompok terhadap prinsip keagamaan berbeda-beda, kadang kala kepentingannya dapat tercermin atau tidak sama sekali. Karena itu kebhinekaan kelompok dalam masyarakat akan mencerminkan perbedaan jenis kebutuhaan keagamaan.

FUNGSI AGAMA
Untuk mendiskusikan fungsi agama dalam masyarakat ada tiga ospek penting yang selalu dipelajari, yaitu kebudayaan, sistem sosial dan kepribadian. Ketiga aspek tersebut merupakan kompleks fenomena sosial terpadu yang pengaruhnya dapat diamati dalam perilaku manusia, sehingga timbul pertanyaan sejauh mana fungsi lembaga dalam memelihara sistem, apakah lembaga agama terhadap kebudayaan sebagai suatu sistem dan sejauh manakah agama dalam mempertahankan keseimbangan pribadi melakukan fungsinya.
Fungsi agama dalam pengukuhan nilai-nilai, bersumber pada kerangka acuan yang bersifat sakral, maka normanya pun dikukuhkan dengan sanksi-sanksi sakral.
Fungsi agama dibidang sosial adalah fungsi penentu, dimana agama menciptakan suatu ikatan bersama.
Fungsi agama sebagai sosialisasi individu ialah individu, pada saat dia tumbuh menjadi dewasa, memerlukan suatu sistem nilai sebagai semacam tuntunan umum untuk (mengarahkan) aktifitasnya dalam masyarakat dan berfungsi sebagai tujuan akhir pengembangan kepribadiannya.

PELEMBAGAAN AGAMA
Agama bersifat universal, permanen dan mengatur dalam kehidupan sehingga bila tidak memahami agama akan sukar memahami masyarakat. Kaitan agama dengan masyarakat mencerminkan tiga tipe, meskipun tidak menggambarkan sebenarnya secara utuh (Elizabeth K. Nottingham, 1954)
a. Masyarakat yang Terbelakang dan Nilai-Nilai Sakral
b. Masyarakat-Masyarakat Praindustri yang Sedang Berkembang

Tampilnya organisasi agama adalah akibat adanya "perubahan batin" atau kedalam beragama, mengimbangi perkembangan masyarakat dalam hal alokasi fungsi, fasilitas, produksi, pendidikan dan sebagainya. Agama menuju ke pengkhususan fungsional.

Ilmu Sosial Dasar | BAB 8. Ilmu Pengetahuan, Teknologi Dan Kemiskinan

ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI DAN KEMISKINAN

Judul "Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Kemiskinan" memberi petunjuk adanya sesuatu yang intern, mungkin permasalahannya ialah adanya kontinuitas dan perubahan, harmoni atau disharmoni. Tidak mustahil ketiga masalah ini akan melihat masa lampau atau masa depan yang penuh dengan ketidakpastian dan dapat melibatkan perdebatan semantika.
Keperluan sekarang adalah pengetahuan ilmiah yang harus ditingkatkan karena pengetahuan, perbuatan, ilmu dan etika makin saling bertautan. Berulang kali harus diambil keputusan dalam menerapkan secara praktis pengetahuan ilmiah. Ilmu pengetahuan, teknologi dan kemiskinan merupakan bagian-bagian yang tidak dapat dibebaskan dan dipisahkan dari suatu sistem yang berinteraksi, interelasi, interdependensi dan ramifikasi (percabangannya).

ILMU PENGETAHUAN
Di kalangan ilmuwan ada keseragaman pendapat, bahwa ilmu itu selalu tersusun dari pengetahuan secara teratur, yang diperoleh dengan pangkal tumpuan (objek) tertentu dengan sistematis, metodis, rasional/logis, empiris, umum dan akumulatis. Pengertian pengetahuan sebagai istilah filsafat tidaklah sederhana karena bermacam-macam pandangan dan teori (epistemologi), di antaranya pandangan Aristoteles, bahwa pengetahuan merupakan pengetahuan yang dapat diinderai dan dapat merangsang budi. Menurut Decades ilmu pengetahuan merupakan serba budi. Bacon dan David Home diartikan sebagai pengalaman indera dan batin. Immanuel Kant mengartikan pengetahuan merupakan persatuan antara budi dan pengalaman. Teori Phyroo mengatakan bahwa tidak ada kepastian dalam pengetahuan.
Untuk membuktikan apakah isi pengetahuan itu benar, perlu berpangkal pada teori-teori kebenaran pengetahuan. Banyak teori dan pendapat tentang pengetahuan dan kebenaran mengakibatkan suatu definisi ilmu pengetahuan akan mengalami kesulitan. Sebab, membuat suatu definisi dari definisi ilmu pengetahuan yang dikalangan ilmuwan sendiri sudah ada keseragaman pendapat, hanya akan terperangkap dalam tautologis (pengulangan tanpa membuat kejelasan) dan pleonasme atau mubazir saja.
Untuk mencapai suatu pengetahuan yang ilmiah dan objektif diperlukan sikat yang bersifat ilmiah. Sikap yang bersifat ilmiah itu meliputi empat hal :
1. Tidak ada perasaan yang bersifat pamrih
2. Selektif
3. Kepercayaan yang layak terhadap kenyataan yang tak dapat diubah
4. Merasa pasti bahwa setiap pendapat, teori maupun aksioma terdahulu telah mencapai kepastian

TEKNOLOGI
Dalam konsep yang pragmatis dengan kemungkinan berlaku secara akademis dapatlah dikatakan, bahwa ilmu pengetahuan (body knowledge), dan teknologi sebagai suatu seni (state of art) yang mengandung pengertian berhubungan dengan proses produksi, menyangkut cara bagaimana berbagai sumber, tanah, modal, tenaga kerja dan keterampilan dikombinasikan untuk merealisasi tujuan produksi. "Secara konvensional mencakup penguasaan dunia fisika dan biologis, tetapi secara luas juga meliputi teknologi sosial, terutama teknologi sosial pembangunan (the social technology of development) sehingga teknologi itu adalah metode sistematis untuk mencapai setiap tujuan insani." (Eugene Staley, 1970)
Fenomena teknik pada masyarakat kini, menurut Sastrapratedja (1980) memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
a. Rasionalitas, artinya tindakan spontak oleh teknik diubah menjadi tindakan yang direncanakan dengan perhitungan sosial
b. Artifisialitas, artinya selalu membuat sesuatu yang buatan tidak alamiah
c. Otomatisme, artinya dalam hal metode, organisasi dan rumusan dilaksanakan serba otomatis. Demikian pula dengan teknik mampu mengelimkinasikan kegiatan non-teknis menjadi kegiatan teknis
d. Teknik berkembang pada suatu kebudayaan
e. Monisme, artinya semua teknik bersatu, saling berinteraksi dan saling bergantung
f. Universalisme, artinya teknik melampaui batas-batas kebudayaan dan ediologi, bahkan dapat menguasai kebudayaan
g. Otonomi, artinya teknik berkembang menurut prinsip-prinsip sendiri

Teknik-teknik manusiawi yang dirasakan pada masyarakat teknologi, terlihat dari kondisi kehidupan manusia itu sendiri. Manusia pada saat ini telah begitu jauh dipengaruhi oleh teknik. Gambaran kondisi tersebut adalah sebagai berikut :
1. Situasi tertekan
2. Perubahan ruang dan lingkungan manusia
3. Perubahan waktu dan gerak manusia
4. Terbentuknya suatu masyarakat massa
5. Teknik-teknik manusiawi dalam arti ketat

Akibat kondisi yang dipaparkan tadi, dampak tenik itu sendiri bagi manusia sudah dirasakan dan fenomenanya nampak. Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan bagian-bagian yang dapat dibeda-bedakan, tetapi tidak dapat dipisah-pisahkan dari suatu sistem yang berinteraksi dengan sistem-sistem lain dalam kerangka nasional seperti kemiskinan.
Teknologi tepat guna sering tidak berdaya menghadapi teknologi barat, yang sering masuk dengan ditunggangi oleh segilintir orang atau kelompok yang bermodal besar. Ciri-ciri teknologi barat tersebut adalah :
1. Serba intensif dalam segala hal
2. Dalam struktur sosial, teknologi barat bersifat melestarikan sifat ketergantungan
3. Kosmologi atau pandangan teknologi barat adalah menganggap dirinya sebagai pusat yang lain feriferi, waktu berkaitan dengan kemajuan secara linier, memahami realitas secara terpisah dan berpandangan manusia sebagai tuan atau mengambil jarak dengan alam

ILMU PENGETAHUAN DAN NILAI
Ilmu pengetahuan dan teknologi sering dikaitkan dengan nilai atau moral. Hal ini besar kaitannya tatkala dirasakan dampaknya melalui kebijaksanaan pembangunan, yang ada pada hakikatnya adalah penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Masalah nilai kaitannya dengan ilmu pengetahuan dan teknologi ini, menyangkut perdebatan sengit dalam menduduk perkarakan nilai dalam kaitannya dengan ilmu dan teknologi. Sehingga kecenderungan sekarang ada dua pimikiran yaitu, yang menyatakan ilmu bebas dan nilai yang menyatakan ilmut tidak bebas nilai.
Ilmu pengetahuan pada dasarnya memiliki tiga komponen penyangga tubuh pengetahuan yang disusunnya yaitu : Ontologis, Epistemologis dan Aksiologis.
Komponen Ontologis kegiatannya adalah menafsirkan hikayat realitas yang ada, sebagaimana adanya (das sein), melalui desuksi-desuksi yang dapar diuji secara fisik. Artinya ilmu harus bebas dari nilai-nilai yang sifatnya dogmatik.
Komponen Epistemologis berkaitan dengan nilai atau moral pada saat proses logis-hipotesis-verifikasi. Sikap moral implisit pada proses tersebut. Asas moral yang terkait secara eksplisit yaitu kegiatan ilmiah harus ditujukan kepada pencarian kebenaran dengan jujur tanpa menduhulukan kepentingan kekuatan argumentasi pribadi
Komponen Aksiologis artinya lebih lengket dengan nilai atau moral. Dimana ilmu harus digunakan dan dimanfaatkan demi kemaslahatan manusia. Ilmu adalah bukan tujuan tetapi sebagai alat atau sarana dalam rangka meningkatkan taraf hidup manusia, dengan memperhatikan dan mengutamakan kodrat dan martabat manusia serta menjaga kelestarian lingkungan alam.

KEMISKINAN
Kemiskinan lazimnya dilukiskan sebagai kurangnya pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang pokok. Dikatan berada dibawah garis kemiskinan apabila pendapatan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup yang paling pokok seperti pangan, pakaian, tempat berteduh dan lain-lain. (Emil Salim, 1982)
Atas dasar ukuran ini maka mereka yang hidup dibawah garis kemiskinan memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
a. Tidak memiliki faktor produksi sendiri seperti tanah, modal, keterampilan dan sebagainya
b. Tidak memiliki kemungkinan untuk memperoleh asset produksi dengan kekuatan sendiri
c. Tingkat pendidikan mereka rendah
d. Kebanyakan tinggal di desa sebagai pekerja bebas, berusaha apa saja
e. Banyak yang hidup di kota berusia muda dan tidak mempunyai keterampilan

Kemiskinan menurut orang lapangan (umum) dapat dikategorikan kedalam tiga unsur,
1. Kemiskinan yang disebabkan handicap badaniah ataupun mental seseorang
2. Kemiskinan yang disebabkan oleh bencana alam
3. Kemiskinan buatan

Kemiskinan buatan ini, selain ditimbulkan oleh struktur ekonomi, politik, sosial dan kultur juga dimanfaatkan oleh sikap "penenangan" atau "nrimo", memandang kemiskinan sebagai nasib, malahan sebagai takdir Tuhan.

Ilmu Sosial Dasar | BAB 7. Masyarakat Perkotaan dan Pedesaan

Tipe Masyarakat

Apabila kita berbicara tentang masyarakat, terutama jika kita mengemukakannya dari sudut antropologi, maka kita mempunyai kecenderungan untuk melihat 2 tipe masyarakat :

1. satu masyarakat kecil yang belum begitu kompleks, yang belum mengenal pembagian kerja, belum mengenal struktur dan aspek-aspkenya masih dapat dipelajari sebagai satu kesatuan.

2. masyarkat yang sudah kompleks, yang sudah jauh menjalankan spesialisasi dalam segala bidang, karena ilmu pengetahuan modern sudah maju, sudah mengenal tulisan, satu masyarakat yang sukar diselidiki dengan baik dan didekati sebagian saja.

Sebenarnya pembagian masyarkat dalam 2 tipe itu hanya untuk keperluan penyelidikan saja. Dalam satu masa sejarah antropologi, masyarakat yang sederhana itu menjadi obyek penyelidikan dari antropologi, khususnya antropologi sosial. Sedang masyarakat yang kompleks, adalah terjadi obyek penyelidikan sosiologi.

Sekarang ruang lingkup penyelidikan antropologi dan sosiologi tidak mempunyai batas-batas yang jelas. Hanya pada metode-metode penyelidikan ada beberapa perbedaan. Antropologi sosial mengarahkan penyelidikannya ke arah perkotaan, sedang sosiologi melebarkan studinya ke daerah pedesaan. Sebenarnya dua tipe masyarakat itu berbeda secara gradual saja, bukan secara prinsipil.

Ciri-Ciri Masyarakat Kota

Masyarakat kota adalah masyarakat yang tinggal di daerah dekat dengan pusat pemerintahan. Masyarakat kota terdiri dari beragam suku dan kebanyakan biasanya pendatang.

Berikut ini merupakan ciri-ciri masyarakat kota,

1. Individual
Masyarakat kota memang individual. Merekaenderung memikirkan urusannya sendiri dan enggan mencampuri urusan orang lain.

2. Heterogen
Masyarakat kota terdiri dari beragam suku. Semuanya berkumpul menjadi satu kota dengan tujuan beragam, bekerja, kuliah, ikut saudara, dan lain-lain.

3. Daya Saing Tinggi
Biasanya, orang-orang melakukan urbanisasi atau perpindahan penduduk dari desa ke kota untuk meningkatkan taraf hidup. Itu sebabnya tingkat persaingan di kota sangat tinggi, apapun bidang yang digeluti.

4. Profesi Beragam
Di kota, profesi penduduknya sangat beragam. Tentunya, profesi tersebut sesuai dengan keahlian masing-masing, misalnya buruh pabrik, karyawan , PNS, penulis, motivator, pengamen, dan lai-lain.

5. Matrealistik
Sebagian besar masyarakat kota memang matrealistik. Hal tersebut dipengaruhi tingkat persaingan yang tinggi dan untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan diperlukan pengorbanan yang besar.

6. Open Minded
Masyarakat kota terkenal dengan sikap mereka yang selalu terbuka terhadap segala macam jenis perubahan.

Perbedaan Desa dan Kota

Ada beberapa ciri yang dapat dipergunakan sebagai petunjuk untuk membedakan antara desa dan kota. Dengan melihat perbedaan-perbedaan yang ada mudah-mudahan akan dapat mengurangi kesulitan dalam menentukan apakah suatu masyarakat dapat disebut sebagai masyarakat pedesaan atau masyarakat perkotaan.

Ciri-ciri tersebut antara lain :
1) jumlah dan kepadatan penduduk
2) lingkungan hidup
3) mata pencaharian
4) corak kehidupan sosial
5) stratifikasi sosial
6) mobilitas sosial
7) pola interaksi sosial
8) solidaritas sosial
9) kedudukan dalam hierarki sistem administrasi nasional.

Lingkungan hidup di pedesaan sangat jauh berbeda dengan di perkotaan. Lingkungan pedesaan terasa lebih dekat dengan alam bebas. Udaranya bersih, sinar matahari cukup, tanahnya segar diselimuti berbagai jenis tumbuh¬tumbuhan dan berbagai satwa yang terdapat di sela-sela pepohonan, di permukaan tanah, di rongga-rongga bawah tanah ataupun berterbangan di udara bebas. Air yang menetes, merembes atau memancar dari sumber¬sumbernya dan kemudian mengalir melalui anak-anak sungai mengairi petak¬petak persawahan. Semua ini sangat berlainan dengan lingkungan perkotaan yang sebagian besar dilapisi beton dan aspal. Bangunan-bangunan menjulang tinggi saling berdesak-desakan dan kadang-kadang berdampingan dan berhimpitan dengan gubug-gubug liar dan pemukiman yang padat.

Udara yang seringkali terasa pengap, karena tercemar asap buangan cerobong pabrik dan kendaraan bermotor. Hiruk-pikuk, lalu lalang kendaraan ataupun manusia di sela-sela kebisingan yang berasal dariberbagai sumber bunyi yang seolah-olah saling berebut keras satu sama lain. Kota sudah terlalu banyak mengalami sentuhan teknologi, sehingga penduduk kota yang merindukan alam kadang-kadang memasukkan sebagian alam ke dalam rumahnya, baik yang berupa tumbuh-tumbuhan, bahkan mungkin hanya gambarnya saja.

Perbedaan paling menonjol adalah pada mata pencaharian. Kegiatan utama penduduk desa berada di sektor ekonomi primer yaitu bidang agraris. Kehidupan ekonomi terutama tergantung pada usaha pengelolaan tanah untuk keperluan pertanian, peternakan dan termasuk juga perikanan darat. Sedangkan kota merupakan pusat kegiatan sektor ekonomi sekunder yang meliputi bidang industri, di samping sektor ekonomi tertier yaitu bidang pelayanan jasa. Jadi kegiatan di desa adalah mengolahalam untuk memperoleh bahan-bahan mentah, baik bahan kebutuhan pangan, sandang maupun lain-lain bahan mentah untuk memenuhi kebutuhan pokok manusia.

Sedangkan kota mengolah bahan-bahan mentah yang berasal dari desa menjadi bahan-bahan setengah jadi atau mengolahnya sehingga berwujud bahan jadi yang dapat segera dikonsumsikan. Dalam hal distribusi hasil produksi ini pun terdapat perbedaan antara desa dan kota. Di desa jumlah ataupun jenis barang yang tersedia di pasaran sangat terbatas. Corak kehidupan sosial di desa dapat dikatakan masih homogen. Sebaliknya di kota sangat heterogen, karena di sana saling bertemu berbagai suku bangsa, agama, kelompok dan masing-masing memiliki kepentingan yang berlainan.

Beranekaragamnya corak kegiatan di bidang ekonomi berakibat bahwa sistem pelapisan sosial (stratifikasi sosial) kota jauh lebih kompleks daripada di desa. Misalnya saja mereka yang memiliki keahlian khusus dan bidang kerjanya lebih banyak memerlukan pemikiran memiliki kedudukan lebih tinggi dan upah lebih besar daripada mereka yang dalam sistem kerja hanya mampu menggunakan tenaga kasarnya saja. Hal ini akan membawa akibat bahwa perbedaan antara pihak kaya dan miskin semakin menyolok.

Mobilitas sosial di kota jauh lebih besar daripada di desa. Di kota, seseorang memiliki kesempatan lebih besar untuk mengalami mobilitas sosial, baik vertikal yaitu perpindahan kedudukan yang lebih tinggi atau lebih rendah, maupun horisontal yaitu perpindahan ke pekerjaan lain yang setingkat.

Pola-pola interaksi sosial pada suatu masyarakat ditentukan oleh struktur sosial masyarakat yang bersangkutan. Sedangkan struktur sosial sangat dipengaruhi oleh lembaga-lembaga sosial (social institutions) yang ada pada masyarakat tersebut. Karena struktur sosial dan lembaga-lembaga sosial yang ada di pedesaan sangat berbeda dengan di perkotaan, maka pola interaksi sosial pada kedua masyarakat tersebut juga tidak sama. Pada masyarakat pedesaan, yang sangat berperan dalam interaksi dan hubungan sosial adalah motif-motif sosial.

Dalam interaksi sosial selalu diusahakan agar supaya kesatuan sosial (social unity) tidak terganggu, konflik atau pertentangan sosial sedapat mungkin dihindarkan jangan sampai terjadi. Bahkan kalau terjadi konflik, diusahakan supaya konflik tersebut tidak terbuka di hadapan umum. Bila terjadi pertentangan, diusahakan untuk dirukunkan, karena memang prinsip kerukunan inilah yang menjiwai hubungan sosial pada masyarakat pedesaan, karena masyarakat ini sangat mendambakan tercapainya keserasian (harmoni) dalam kehidupan berinteraksi lebih dipengaruhi oleh motif ekonomi daripada motif-motif sosial.

Di samping motif ekonomi, maka motif-motif nasional lainnya misalnya saja politik, pendidikan, kadang-kadang juga dalam hierarki sistem administrasi nasional, maka kota memiliki kedudukan yang lebih tinggi daripada desa.

Ilmu Sosial Dasar | BAB 6. Pelapisan Sosial Dan Persamaan Derajat

PELAPISAN SOSIAL

A. Pengertian

Masyarakat terbentuk dari individu-individu. Individu-individu yang terdiri dari berbagai latar belakang yang akan membentuk suatu masyarakat heterogen yang terdiri dari kelompok-kelompok social. Hal tersebut mengakibatkan terbentuknya suatu pelapisan masyarakat atau masyarakat yang berstrata. Masyarakat merupakan suatu kesatuan yang didasarkan pada ikatan-ikatan yang sudah teratur dan boleh dikatakan stabil. Maka, dengan sendirinya masyarakat meripakan kesatuan yang dalam pembentukannya mempunyai gejala yang sama.

Individu dan masyarakat adalah suatu ikatan komplementer, hal tersebut dapat kita ketahui dari kenyataan, bahwa :

a. manusia dipengaruhi oleh masyarakat demi pembentukan pribadinya,
b. individu mempengaruhi masyrakat dan bahkan bisa menyebabkan (berdasarkan pengaruhnya) perubahan besar masyarakatnya.

Pelapisan Sosial biasa disebut juga dengan Social Stratification. Istilah Strtifikasi atau Stratification berasal dari kata STRATA atau STRATUM yang berarti LAPISAN. Sejumlah individu yang mempunyai kedudukan (status) yang sama menurut ukuran masyarakatnya, dikatakan berada dalam suatu lapisan atau stratum.

Terdapat 2 definisi tentang pelapisan masyarakat, antara lain :

• Pitirim A. Sorokin
“Pelapisan masyarakat adalah perbedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas yang tersusun secara bertingkat (hierarchis).”

• Theodorson dkk dalam Dictionary of Siciology
“Pelapisan masyarakat berarti jenjang status dan peranan yang relative permanent yang terdapat di dalam system social (dari kelompok kecil sampai ke masyarakat) di dalam hal pembedaan hak, pengaruh, dan kekuasaan.

Masyarakat berstratifikasi sering dilukiskan sebagai sebuah kerucut atau piramida, dimana lapisan bawah adalah paling lebar dan lapisan ini menyempit ke atas.


B. Pelapisan Sosial Ciri Tetap Kelompok Sosial

Pembagian dan pemberian kedudukan yang berhubungan dengan jenis kelamin nampaknya menjadi dasar dari seluruh system social masyarakat kuno. Seluruh masyarakat memberikan sikap dan kegiatan yang berbeda kepada kaum laki-laki dan perempuan. Tetapi hal ini perlu diingat bahwa ketentuan-ketentuan tentang pembagian kedudukan antara laki-laki dan perempuan yang kemudian menjadi dasar daripada pembagian pekerjaan, semata-mata adalah ditentukan oleh system kebudayaan itu sendiri.

Di dalam organisasi masyarakat primitive pun di mana belum mengenai tulisan, pelapisan masyarakat itu sudah ada. Terwujud dalam bentuk sebagai berikut :

1) Adanya kelompok berdasarkan jenis kelamin dan umur dengan pembedaan-pembedaan hak dan kewajiban.
2) Adanya kelompok-kelompok pemimpin suku yang berpengaruh dan memiliki hak-hak istimewa.
3) Adanya pemimpin yang saling berpengaruh.
4) Adanya orang-orang yang dokecilkan dinluar kasta dan orang-orang yang di luar perlindungan hokum (cutlaw men).
5) Adanya pembagian kerja di dalam suku itu sendiri.
6) Adanya pembedaan standar ekonomi dan di dalam ketidaksamaan ekonomi itu secara umum.


C. Terjadinya Pelapisan Sosial

1. Terjadi dengan sendirinya
Proses ini berjalan sesuai dengan pertumbuhan masyrakat itu sendiri. Adapun orang-orang yang menduduki lapisan tertentu dibentuk bukan berdasarkan atas kesengajaan yang disusun sebelumnya oleh masyarakat itu, tetapi berjalan secara alamiah dengan sendirinya, pengakuan-pengakuan terhadap kekuasaan dan wewenang tumbuh dengan sendirinya.

2. Terjadi dengan disengaja
System pelapisan yang disusun dengan sengaja ditujukan untuk mengejar tujuan bersama. Di dalam system pelapisan ini ditentukan secara jelas dan tegas adanya wewenang dan kekuasaan yang diberikan kepada seseorang. Dengan adanya pembagian yang jelas dalam hal wewenang dan kekuasaan ini maka di dalam organisasi itu terdapat keteraturan sehingga jelas bagi setiap orang di tempat mana letaknya kekuasaan dan wewenang yang dimiliki dan dalam suatu organisasi baik secara vertical maupun secara horizontal.

Contoh pelapisan yang dibentuk dengan sengaja adalah dalam organisasi pemerintahan, organisasi partai politik, perusahaan besar, perkumpulan-perkumpulan resmi, dan lain-lain. Semua contoh-contoh tersebut termasuk ke dakam organisasi formal. Dan dalam system organisasi mengandung 2 sistem :

- system fungsional
- system skalar

Kelemahan dalam system organisasi antara lain :

Pertama : karena organisasi itu sudah diatur sedemikian rupa, sehingga sering terjadi kelemahan di dalam menyesuaikan dengan perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat.

Kedua : karena organisasi itu telah diatur sedemikian rupa sehingga membatasi kemampuan-kemampuan individual yang sebenarnya mampu tetapi karena kedudukannya yang mengangkat maka tidak memungkinkan untuk mengambil inisiatif.


D. Pembedaan Sistem Pelapisan Menurut Sifatnya

1) Sistem pelapisan masyarakat yang tertutup
Di dalam system ini perpindahan anggota masyarakat ke lapisan yang lain baik ke atas maupun ke bawah tidak mungkin terjadi, kecuali ada hal-hal yang istimewa. Di dalam system yang demikian itu satu-satunya jalan untuk dapat masuk menjadi anggota dari suatu lapisan dalam masyarakat adalah karena kelahiran.

Masyarakat pelapisan tertutup dapat kita temui di Negara India dan masyarakat pelapisan tertutup dapat dibagi menjadi lima macam, diantaranya :

=> Kasta Brahmana : terdiri dari golongan-golongan pendeta dan merupakan kasta yang tertinggi
=> Kasta Ksatria : terdiri dari golongan bangsawan dan tentara yang dipandang sebagai lapisan kedua.
=> Kasta Waisya : terdiri dari golongan pedagang yang dipandang sebagai lapisan menengah ketiga.
=> Kasta Sudra : terdiri dari golongan rakyat jelata.
=> Paria : terdiri dari mereka yang tidak mempunyai kasta (gelandangan, peminta, dan sebagainya).

2) Sistem pelapisan masyarakat yang terbuka
Sistem pelapisan seperti ini dapat kita temui di dalam masyarakat di Indonesia sekarang ini. Setiap orang diberi kesempatan untuk menduduki segala jabatan dila ada kesempatan dan kemampuan untuk itu. Tetapi di samping itu orang juga dapat turun dari jabatannya bila dia tidak mampu mempertahankanNYA. Sistem pelapisan mayarakat terbuka sangat menguntungkan. Sebab setiap warga masyarakat diberi kesempatan untuk bersaing dengan yang lain.

E. Beberapa Teori Tentang Pelapisan Sosial
Pelapisan masyarakat dibagi menjadi beberapa kelas :
• Kelas atas (upper class)
• Kelas bawah (lower class)
• Kelas menengah (middle class)
• Kelas menengah ke bawah (lower middle class)

Beberapa teori tentang pelapisan masyarakat dicantumkan di sini :
1) Aristoteles mengatakan bahwa di dalam tiap-tiap Negara terdapat tiga unsure, yaitu mereka yang kaya sekali, mereka yang melarat sekali, dan mereka yang berada di tengah-tengahnya.

2) Prof. Dr. Selo Sumardjan dan Soelaiman Soemardi SH. MA. menyatakan bahwa selama di dalam masyarakat pasti mempunyai sesuatu yang dihargai olehnya dan setiap masyarakat pasti mempunyai sesuatu yang dihargai.

3) Vilfredo Pareto menyatakan bahwa ada dua kelas yang senantiasa berbeda setiap waktu yaitu golongan Elite dan golongan Non Elite. Menurut dia pangkal dari pada perbedaan itu karena ada orang-orang yang memiliki kecakapan, watak, keahlian dan kapasitas yang berbeda-beda.

4) Gaotano Mosoa dalam “The Ruling Class” menyatakan bahwa di dalam seluruh masyarakat dari masyarakat yang kurang berkembang, sampai kepada masyarakat yang paling maju dan penuh kekuasaan dua kelas selalu muncul ialah kelas pertama (jumlahnya selalu sedikit) dan kelas kedua (jumlahnya lebih banyak).

5) Karl Mark menjelaskan terdapat dua macam di dalam setiap masyarakat yaitu kelas yang memiliki tanah dan alat-alat produksi lainnya dan kelas yang tidak mempunyainya dan hanya memiliki tenaga untuk disumbangkan di dalam proses produksi.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan jika masyarakat terbagi menjadi lapisan-lapisan social, yaitu :
a. ukuran kekayaan
b. ukuran kekuasaan
c. ukuran kehormatan
d. ukuran ilmu pengetahuan

Ilmu Sosial Dasar | BAB 5. Warga Negara dan Negara

Pada waktu sebelum terbentuknya Negara, setiap individu mempunyai kebebasan penuh utnuk melaksanakan keinginannya. Dalam keadaan dimana manusia di dunia masih sedikit hal ini isa berlangsung tetapi dengan makin banyaknya manusia berarti akan semakin sering terjadi persinggungan dan bentrokan antara individu satu dengan lainnya. Pada saat itulah manusia merasakan perlunya ada suatu kekuasaan yang mengatur kehidupan individu-individu pada suatu Negara.

Masalah warganegara dan engara perlu dikaji lebih jauh, mengingat demokrasi yang ingin ditegakkan adalah demokrasi berdasarkan Pancasila. Aspek yang terkandugn dalam demokrasi Pancasila antara lain ialah adanya kaidah yang mengikat Negara dan warganegara dalam bertindak dan menyelenggarakan hak dan kewajiban serta wewenangnya. Secara material ialah mengakui harkat dan marabat manusia sebagai mahluk Tuhan, yang menghendaki pemerintahan untuk membahagiakannya, dan memanusiakan waganegara dalam masyarakat Negara dan masyarakat bangsa-bangsa.

Negara, Warga Negara, dan Hukum

Negara merupakan alat (agency) atau wewenang (authory) yagn mengatur atau mengendalikan persoalan-persoalan bersama atas nama masyarakat. Oleh karena itu Negara mempunyai dua tugas yaitu :

1. mengatur dan mengendalikan gejala-gejala kekuasaan yang asosial, artinya yang bertentangan satu sama lain supaya tidak menjadi antagonisme yang membahayakan
2. mengorganisasi dan mengintegrasikan kegiatan manusia dan golongan-golongan kearah tercapainya tujuan-tujuan dari masyarakat seluruhny atau tujuan sosial.

Pengendalian ini dilakukan berdasarkan hukum dan dengan peraturan pemerintah beserta lembaga-lembaganya. Hukum yang mengatur kehidupan masyarakat dan nyata berlaku dalam masyarakat disebut hukum positif. Istilah “hukum positif” dimaksudkan untuk menandai diferensiasi, dan hukum terhadap kaidah-kaidah lain dalam masyarakat tampil lebih jelas, tegas, dan didukung oleh perlengkapan yang cukup agar diikuti anggota masyarakat.

Hukum adalah himpunan peraturan-peraturan (perintah-perintah atau larangan-larangan) yang mengurus tata tertib alam hukum masyarakat dan karena itu harus ditaati oleh masyarakat.

Ciri-ciri dan sifat hukum

Ciri hukum adalah :

- adanya perintah atau larangan

- perintah atau larangan itu harus dipatuhi oleh setiap masyarakat

Sumber-sumber hukum

Sumber hukum ialah sesuatu yang menimbulkan aturan-aturan yang mempunyai kekuatan yang memaksa, yang kalau dilanggar dapat mengakibatkan sangsi yang tegas dan nyata. Sumber hokum material dapat ditinjau dari berbagai sudut, misalnya sudut politik, sejarah, ekonomi dan lain-lain.

Sumber hokum formal antara lain :

1. undang-undang (statue); ialah suatu peraturan Negara yang mempunyai kekuasaan hokum yang mengikat, diadakan dan dipelihara oleh penguasa Negara
2. Kebiasaan (costun ); ialah perbuatan manusia yang tetap dilakukan berulang-ulang dalam hal yang sama dan diterima oleh masyarakat. Sehingga tindakan yang berlawanan dianggap sebagai pelanggaran perasaan hokum.
3. keputusan hakim (Yurisprudensi); ialah keputusan terdahulu yang sering dijadikan dasar keputusan hakim kemudian mengenai masalah yang sama
4. traktaat ( treaty); ialah perjanjian antara dua orang atau lebih mengenai sesuatu hal, sehingga masing-masing pihak yang bersangkutan terikat dengan isi perjanjian tersebut
5. pendapat sarjan hukum; ialah pendapat para sarjana yang sering dikutip para hakim dalam menyelesaikan suatu masalah

Pembagian hukum

1. menurut "sumbernya" hukum dibagi dalam :

- hukum undang-undang, yaitu hokum yang tercantum dalam peraturan perundang-undangan

- hukum kebiasaan, yaitu hukum yang terletak pada kebisaan (adapt)

- hukum Traktaat, hukum yang diterapkan oleh Negara-negara dalam suatu perjanjian antar negara

- hukum Yurisprudensi, hukum yaitu yang terbentuk karena keputusan hakim

2. menurut "bentuknya" hukum dibagi dalam

- hukum tertulis, yang terbagi atas
1. hukum tertulis yang dikodifikasikan ialah hukum tertulis yang telah dibukukan jenis-jenisnya dalam kitab undang-undang secara sistematis dan lengkap.
2. hukum Tertulis tak dikodifikasikan

- hukum tak tertulis

3. Menurut "tempat berlakunya" hukum dibagi dalam :

- hukum nasional ialah hukum dalam suatu Negara

- hukum Internasional ialah hukum yang mengatur hubungan internasional

- hukum Asing ialah hukum dalam negala lain

- hukum Gereja ialah norma gereja yang ditetapkan untuk anggota-anggotanya

4. Menurut "waktu berlakunya" hukum dibagi dalam :

- Ius constitum (hukum positif) ialah hukum yang berlaku sekarang bagi suatu masyarakat tertentu dalam suatu daerah tertentu.

- Ius constituendem ialah hukum yang diharapkan akan berlaku di waktu yang akan dating

- hukum Asasi (hukum alam ) ialah hukum yang berlaku dalam segala bangsa di dunia

5. menurut "cara mempertahankannya" hukum dibagi dalam :

- hukum material ialah hukum yang memuat peraturan yang mengatur kepentingan dan hubungan yang berwujud perintah – perintah dan larangan-larangan

- hukum Formal (hukum proses atau hukum acara ) ialah hukum yang memuat peraturan yagn mengatur bagaimana cara-cara melaksanakan dan mempertahankan hukum material atau peraturan yang mengatur bagaimana cara-caranya mengajukan sesuatu perkara ke muka pengadilan dan bagaimana caranya hakim memberi keputusan

6. menurut "sifatnya" hukum dibagi dalam :

- hukum yang memaksa ialah hukum yang dalam keadaan bagaimana harus dan mempunya paksaan mutlak.

- hukum Yang mengatur (pelengkap) ialah hukum yang dapat dikesampingkan, apabila pihak yang bersangkutan telah membuat peraturan sendiri dalam perjanjian

7. menurut "wujudnya" hukum dibagi dalam :

- hukum obyektif ialah hukum dalam suatu Negara yang berlaku umum dan tidak mengenai orang lain atau golongan tertentu.

- hukum Subyektif ialah hukum yang timbul dari hubungan obyektif dan berlaku terhadap seseorang tertentu atau lebih. Kedua jenis hukum ini jarang digunakan

8. maenurut "isinya" hukum dibagi dalam :

- hukum privat (hukum sipil ) ialah hukum yang mengatur hubungan antara orang yang satu dengan yang lainnya, dan menitikberatkan pada kepentingan perseorangan

- hukum public (hukum Negara ) ialah hukum yang mengatur hubungan antara Negara dan warganegaranya


Negara

Negara merupakan alat dari masyarakat yang mempunyai kekuasaan untuk mengatur hubungan mansia dalam masyarakat, Negara mempunyai 2 tugas utama yaitu :
1. mengatur dan menertibkan gejala-gejala kekuasaan dalam masyarakat yang bertentangan satu dengan lainnya
2. mengatur dan menyatukan kegiatan-kegiatan manusia dan golongan untuk menciptakan tujuan besama yang disesuaikan dan diarakan pada tujuan Negara.

Sifat Negara

1. sifat memaksa, artinya Negara mempunyai kekuasaan untuk menggunakan kekerasan fisik secara legal agar tercapai ketertiban dalam masyarakat dan mencegah timbulnya anarkhi
2. sifat monopoli, artinya Negara mempunyai hak kuasa tunggal dan menetapkan tujuan bersama dari masyarakat
3. sifat mencakup semua, artinya semua peraturan perundangan mengenai semua orang tanpa terkecuali.

Bentuk Negara

1. Negara kesatuan (unitarisem) adalah suatu Negara yang merdeka dan berdaulat, dimana kekuasaan untuk mengurus seluruh pemerintahan dalam Negara itu ada pada pusat

- Negara kesatuan dengan sistem sentralisasi. Didalam sistem ini, segala sesuatu dalam Negara langsung diatur dan diurus pemerintah pusat.

- Negara kesatuan dengan sistem desentralisasi. Didalam Negara ini daerah diberi kewenangan untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri

2. Negara serikat ( federasi) adalah Negara yang terjadi dari penggabungan beberapa Negara yang semua berdiri sendiri sebagai Negara yang merdeka, berdaulat, kedalam suatu ikatan kerjasa yang efektif untuk melaksanakan urusan secara bersama

Bentuk kenegaraan yang kita kenal :

1. Negara dominion
2. Negara uni
3. Negara protectoral

Unsur-unusr Negara :

1. harus ada wilayahnya
2. harus ada rakyatnya
3. harus ada pemerintahnya
4. harus ada tujuannya
5. harus ada kedaulatan

Tujuan Negara

1. Perluasan kekuasaan semata
2. Perluasan kekuasaan untuk mencapai tujuan lain
3. Penyelenggaraan ketertiban umum
4. Penyelenggaraan kesejahteraan Umum

Sifat-sifat kedaulatan :

1. Permanen
2. Absolut
3. Tidak terbagi-bagi
4. Tidak terbatas

Sumber kedaulatan :

1. Teori kedaulatan Tuhan
2. Teori kedaulatna Negara
3. Teori kedaulatn Rakyat
4. Teori kedaulatan hukum
5. google materi